Editors' Choice

Cara Budidaya Jamur Tiram di Pekarangan Sempit

 

Cara Budidaya Jamur Tiram di Pekarangan Sempit

Jika anda memiliki lahan di pekarangan rumah anda, jangan biarkan lahan tersebut menganggur tidak termanfaatkan. Banyak alternatif untuk memanfaatkan lahan di pekarangan rumah anda, salah satunya adalah membudidayakan jamur tiram.

Jamur tiram mengandung banyak zat  penting bagi tubuh, diantaranya serat, beta-glukan, vitamin B, mineral, kalium dan beberapa jenis karbohidrat. Jamur ini rendah lemak, rendah kalori, dan bebas kolesterol, sehingga baik untuk dikonsumsi.

Cara Budidaya Jamur Tiram di Pekarangan Sempit sebagai berikut:

Mempersiapkan Kumbung jamur.

Kumbung adalah istilah tempat untuk memelihara baglog jamur sebagai media tumbuh. Kumbung berupa  bangunan atau ruangan yang berisi rak-rak untuk meletakkan media tanam jamur tiram. Ruangan ini harus mampu menjaga suhu dan kelembaban.

Mempersiapkan Media Tanam

Sebagai media budidaya jamur tiram, serbuk gergaji berfungsi sebagai sumber nutrisi  jamur. Serbuk kayu dari jenis kayu keras dapat meningkatkan hasil  jamur tiram. Hal ini dikarenakan kayu keras  banyak mengandung selulosa yang dibutuhkan oleh kapang. Jenis kayu keras yang dapat digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon,  kampung, dan  mahoni.

Mempersiapkan Baglog jamur

Baglog merupakan wadah tanam tempat meletakkan bibit jamur dan tempat jamur bertumbuh. Baglog dikemas dalam plastik silinder dengan lubang di salah satu ujungnya. Lubang Ini adalah lubang dimana jamur tiram akan  keluar. Baglog jamur dibuat dari kantong plastik bening tahan panas (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm. Media tanam yang dimasukan ke baglog harus padat dan rata. Untuk mendapatkan kepadatan baglog yang sama anda perlu menggunakan alat press baglog jamur.

Sterilisasi Baglog

Tujuan sterilisasi adalah untuk membunuh mikroorganisme yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bibit jamur tiram. Sterilkan pada suhu 95 derajat  selama 3 hingga 10 jam. Setelah kantong yang telah disterilisasi didinginkan hingga suhu ruang, kantong siap untuk ditempatkan pada bibit jamur tiram. Baglog yang sudah disterillkan akan terus memproduksi jamur hingga 4-5 bulan. Dalam jangka waktu tersebut, setiap baglog dapat dipanen antara 4 sampai 5 kali.

Penanaman dan pemeliharaan Jamur Tiram

Baglog yang sudah siap disusun pada rak-rak pada kumbung jamur. bibit jamur dimasukan kedalam baglog melalui lubang yang ada pada pada salah satu sisi baglog. Pada proses penanaman dan pemiliharaan jamur, ruangan kumbung diusahakan selalu bersih dan sterill untuk mencegah kontaminasi pada baglog jamur yang menyebabkan pertumbuhan jamur tidak optimal bahkan tidak bisa tumbuh.

Selain kebersihan, suhu dan kelembabab juga perlu diperhatikan dengan mengatur intensitas penyiraman dan sirkulasi udara kumbung.

Pemanenan jamur tiram

Jamur tiram dapat dipanen dalam  waktu 40 hari setelah disemai. Jamur yang  cukup besar, berwarna putih dan memiliki tepi  tajam tetapi belum berkembang sempurna atau patah adalah kriteria jamur yang tidak mudah rusak ketika dipanen. Jamur yang sudah dipanen disortir berdasarkan bentuk dan ukurannya, penyortiran ini untuk menentukan harga jual jamur. Umur simpan jamur juga suatu hal yang harus diperhatikan, kemasan kedap udara akan menjaga jamur tetap  awet selama 2-4 hari.

Demikian salah satu alternatif pemanfaatan lahan pekarangan dirumah anda. Bagi anda yang tertarik untuk menambah perekonomian anda bisa cek www.madanitec.com untuk alat dan mesin pengolah makanan bagi industri kecil menengah.



Komentar